Festival Rimpu Mantika "Preserving Culture and History"
Pawai Rimpu adalah kegiatan arak-arakan budaya di mana ribuan peserta—terutama perempuan—mengenakan rimpu, yaitu busana tradisional khas Bima yang berasal dari kain tenun lokal.
Rimpu sendiri merupakan:
- Cara berpakaian perempuan Bima sejak sekitar abad ke-17
- Bentuk penutup aurat tradisional (mirip konsep hijab, tapi khas Bima)
- Simbol kehormatan, identitas, dan nilai budaya masyarakat Mbojo
Peran dalam Festival
Dalam festival:
- Pawai Rimpu biasanya menjadi acara utama atau puncak
- Peserta bisa mencapai puluhan ribu orang dari berbagai kalangan
- Rute pawai umumnya dari Lapangan Paruga Nae ke Lapangan Serasuba
Selama pawai:
- Jalanan dipenuhi warna-warni kain rimpu
- Diiringi musik, tarian tradisional, dan atraksi budaya
- Melibatkan pelajar, komunitas, instansi, hingga masyarakat umum
Tujuan dan Makna
Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi punya tujuan besar:
- Melestarikan budaya lokal agar tidak hilang
- Mendorong ekonomi kreatif (fashion, kuliner, seni)
- Menjadi daya tarik wisata nasional dan internasional
Bahkan, event ini sudah masuk dalam program nasional Karisma Event Nusantara (KEN).
Perkembangan Terbaru
Pada 2026, konsepnya sedikit berubah:
- Pawai Rimpu tidak selalu jadi penutup, tapi bisa jadi pembuka festival
- Tujuannya agar tamu bisa menikmati seluruh rangkaian acara sejak awal