Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima Semarakkan Pawai Rimpu Mantika 2026, Dorong Literasi Budaya
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima tampil semarak dalam Pawai Rimpu Mantika 2026 di Kota Bima, Sabtu (25/4/2026). Rombongan berjalan dari pusat kota menuju kawasan Serasuba. Mereka membawa spanduk festival. Barisan tampak rapi. Peserta mengenakan rimpu dan busana adat Bima. Warga memadati sisi jalan. Mereka menyambut dengan antusias.
Kehadiran Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima menegaskan peran aktif dalam pelestarian budaya. Pawai menjadi ruang publik untuk memperkenalkan rimpu kepada masyarakat luas. Rimpu tidak hanya dikenakan, tetapi juga dipahami sebagai identitas dan nilai. Kepala Dinas, Ahmad Mufrad, S.Sos., ikut langsung dalam barisan. Ia mengenakan pakaian adat dan berjalan bersama pegawai. “Pawai ini penting. Ini wajah budaya kita,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya literasi budaya. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat. “Rimpu harus dipahami. Bukan hanya dipakai. Kami dorong literasi rimpu lewat arsip dan bahan bacaan,” katanya. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut. Ia juga ingin generasi muda semakin dekat dengan budaya daerah. Pawai Rimpu Mantika tahun ini berlangsung meriah. Ribuan peserta terlibat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas lokal.
Melalui partisipasi ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima menunjukkan komitmen nyata. Budaya dan literasi berjalan bersama. Tradisi tetap hidup di tengah masyarakat modern.