Biasakan yang Digital, Tim SRIKANDI Monitoring Penggunaan TTE di BPKAD Kota Bima
Kota Bima — Transformasi administrasi pemerintahan terus didorong melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui implementasi aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) yang secara bertahap mulai menjadi bagian dari aktivitas administrasi di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Dalam rangka memastikan penerapan berjalan dengan baik, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Bima melalui Tim Implementasi SRIKANDI melaksanakan kegiatan monitoring penggunaan aplikasi SRIKANDI, khususnya pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik (TTE), di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bima.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara fleksibel dengan pendampingan dan panduan langsung dari Kepala Bidang Pengelolaan Arsip DPAD Kota Bima, Adi Aqwam, sebagai bagian dari upaya memastikan proses penggunaan SRIKANDI dapat dipahami dan diterapkan secara bertahap oleh perangkat daerah.
Di bawah komando Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, Ahmad Mufrad, Tim Implementasi SRIKANDI tidak hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga mendorong perubahan pola kerja agar proses administrasi pemerintahan semakin efektif, tertib, dan terdigitalisasi.
Monitoring penggunaan TTE menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Melalui pendampingan secara langsung, berbagai hal yang berkaitan dengan penggunaan TTE pada aplikasi SRIKANDI dapat dibahas dan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan administrasi di lingkungan BPKAD.
Adi Aqwam menyampaikan bahwa implementasi SRIKANDI pada dasarnya bukan hanya mengenai penggunaan sebuah aplikasi, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan kerja baru dalam pengelolaan administrasi dan arsip pemerintahan.
Menurutnya, penggunaan teknologi akan semakin efektif apabila dilakukan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.
"Yang terpenting bukan hanya bisa menggunakan aplikasinya, tetapi bagaimana penggunaan SRIKANDI dan TTE ini terus dibiasakan. Dari terbiasa, kemudian menjadi kebiasaan, dan pada akhirnya menjadi bagian dari budaya kerja," ujarnya.
Pendekatan yang fleksibel dalam kegiatan monitoring diharapkan dapat memberikan ruang bagi setiap perangkat daerah untuk beradaptasi dengan proses digitalisasi secara bertahap. Dengan demikian, penerapan SRIKANDI tidak terasa sebagai sesuatu yang baru secara terus-menerus, tetapi perlahan menjadi bagian dari rutinitas administrasi.
Ke depan, kegiatan monitoring dan pendampingan akan terus dilakukan sebagai bagian dari proses penguatan implementasi SRIKANDI di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Harapannya, penggunaan aplikasi SRIKANDI dan TTE dapat semakin konsisten sehingga mampu mendukung terciptanya tata kelola administrasi pemerintahan yang lebih cepat, efektif, tertib, aman, dan terdokumentasi.
Dari aplikasi menuju kebiasaan, dari kebiasaan menuju budaya kerja. SRIKANDI menjadi salah satu langkah Kota Bima menuju administrasi pemerintahan yang semakin digital dan modern.