Dari Aktivasi TTE Menuju Budaya Kerja Digital, Tim SRIKANDI Dampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima
Kota Bima — Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan terus bergerak di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Bukan sekadar mengenalkan aplikasi, proses digitalisasi juga membutuhkan pendampingan agar penggunaan teknologi benar-benar menjadi bagian dari keseharian kerja aparatur.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Pendampingan Aktivasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan Konseptor Surat yang dilaksanakan oleh Tim IV Implementasi SRIKANDI Tahap II pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Bima dalam memperkuat penerapan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Di bawah komando Kepala DPAD Kota Bima, Ahmad Mufrad, dan Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Adi Aqwam, Tim IV secara langsung memberikan pendampingan kepada jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima. Pendampingan berlangsung secara fleksibel dengan panduan Arsiparis Ahli Muda, Nurhasanah, sehingga peserta dapat mengikuti proses secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, pendampingan tidak hanya diarahkan pada proses aktivasi TTE, tetapi juga memberikan pemahaman awal mengenai peran Konseptor Surat dalam proses tata naskah dinas melalui aplikasi SRIKANDI.
Pendekatan secara langsung ini menjadi penting karena penerapan sistem digital membutuhkan proses adaptasi. Aparatur tidak hanya dituntut mengetahui cara menggunakan aplikasi, tetapi juga memahami alur kerja dan membangun kebiasaan baru dalam melaksanakan administrasi kedinasan.
Nurhasanah menekankan bahwa proses menuju digitalisasi administrasi perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten.
"Yang kita bangun bukan hanya kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi kebiasaan dalam bekerja secara digital. Dari terbiasa, menjadi kebiasaan, kemudian diharapkan menjadi budaya kerja baru," ujarnya.
Pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju pelatihan Konseptor Surat, Verifikator Naskah, dan Penandatanganan Naskah. Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, diharapkan para aparatur yang akan mengikuti pelatihan nantinya telah memiliki pemahaman dasar serta kesiapan teknis dalam menggunakan SRIKANDI.
Implementasi SRIKANDI memang tidak berhenti pada aktivasi akun maupun TTE. Lebih jauh, penerapannya diarahkan untuk membangun tata kelola persuratan dan kearsipan yang lebih tertib, efektif, terintegrasi, dan terdokumentasi.
Karena itu, kegiatan pendampingan seperti ini akan terus didorong agar penggunaan SRIKANDI semakin akrab dalam aktivitas administrasi sehari-hari. Ketika penggunaan teknologi dilakukan secara berulang dan konsisten, proses adaptasi perlahan berubah menjadi kebiasaan.
Dari pendampingan menuju keterampilan, dari keterampilan menuju kebiasaan, dan dari kebiasaan menuju budaya kerja digital. Itulah semangat yang terus dibangun DPAD Kota Bima melalui implementasi SRIKANDI Tahap II.