SRIKANDI Makin Siap, Tim Implementasi Pantau Kesiapan Admin dan Pencatat Surat Dishub Kota Bima

KOTA BIMA, 23 September 2026 — Transformasi tata kelola administrasi pemerintahan berbasis digital terus diperkuat Pemerintah Kota Bima. Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Bima, Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II kembali melakukan monitoring kesiapan Admin Perangkat Daerah dan Pencatat Surat sekaligus pendampingan aktivasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada Dinas Perhubungan Kota Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan menuju penerapan SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) secara lebih optimal di lingkungan Pemerintah Kota Bima.

Di bawah arahan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, Ahmad Mufrad, serta koordinasi Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Adhi Aqwam, tim secara langsung melihat perkembangan kesiapan administrasi sekaligus mendampingi perangkat daerah dalam menyelesaikan sejumlah tahapan yang menjadi prasyarat menuju pelatihan berikutnya.

Pendampingan berlangsung secara fleksibel dan komunikatif. Tim bersama Admin dan Pencatat Surat membahas berbagai hal teknis yang masih perlu disempurnakan, mulai dari kesiapan struktur pengguna, pengelolaan akun, pencatatan surat hingga aktivasi TTE.

Adhi Aqwam menyampaikan bahwa monitoring tidak semata-mata untuk melihat progres, tetapi juga menjadi ruang untuk memastikan setiap kendala dapat segera ditemukan dan dicarikan solusi.

“Kita terus dorong semangat Admin dan Pencatat Surat agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik. Kalau progresnya bisa dipercepat, tentu kita akan lebih cepat menuju tahapan berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan pada tahap awal menjadi bagian penting sebelum memasuki pelatihan Konseptor Surat, Verifikator dan Penandatanganan Naskah. Kelengkapan struktur dan pengguna serta kesiapan administrasi akan membantu proses pembelajaran dan penerapan SRIKANDI berjalan lebih lancar.

Dari Pendampingan Menjadi Kebiasaan

Lebih dari sekadar menyelesaikan tahapan teknis, pendampingan ini diharapkan dapat membangun kebiasaan baru dalam bekerja. Penggunaan SRIKANDI secara konsisten diharapkan perlahan menjadi bagian dari budaya kerja aparatur dalam mengelola administrasi persuratan dan kearsipan.

Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II terus mendorong agar proses adaptasi dilakukan secara bertahap. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Admin Perangkat Daerah dan Pencatat Surat diharapkan semakin terbiasa menggunakan sistem dan memahami alur kerja digital.

Semangatnya sederhana: dibiasakan, menjadi terbiasa, kemudian menjadi budaya kerja.

Monitoring di Dinas Perhubungan Kota Bima pun menjadi salah satu langkah untuk memastikan proses tersebut terus bergerak. Tim berharap seluruh progres yang masih perlu diselesaikan dapat segera dituntaskan sehingga Dinas Perhubungan siap melangkah ke tahapan selanjutnya, khususnya menuju pelatihan Konseptor Surat, Verifikator dan Penandatanganan Naskah.

Dengan langkah yang dilakukan secara konsisten, implementasi SRIKANDI di Kota Bima diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan pada cara mengelola surat dan arsip, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kerja pemerintahan yang lebih tertib, efektif, cepat dan berbasis digital.