SRIKANDI Menggeliat! DPAD Kota Bima Geber Monitoring, Transaksi Persuratan Digital Terus Dipacu

Kota Bima, 24 September 2026 — Penerapan sistem persuratan digital di lingkungan Pemerintah Kota Bima terus digenjot. Pasca-launching Aplikasi SRIKANDI pada 7 September 2026, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Bima melalui Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II rutin turun melakukan monitoring untuk memastikan aplikasi benar-benar digunakan dalam aktivitas persuratan kedinasan.

Kali ini, monitoring menyasar Dinas Tenaga Kerja Kota Bima. Kegiatan tersebut dipimpin Miftahurrahman, Arsiparis Ahli Pertama, selaku penanggung jawab tim, bersama Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II.

Tim bekerja di bawah koordinasi Kepala DPAD Kota Bima Ahmad Mufrad dan Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Adhi Aqwam.

Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan penerapan SRIKANDI, khususnya aktivitas pada akun Pencatat Surat. Tim memastikan jumlah transaksi naskah masuk dan naskah keluar yang telah dilakukan melalui aplikasi menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap tingkat pemanfaatan SRIKANDI di perangkat daerah.

Bukan Cuma Aktif Akun, Transaksi Harus Bergerak

Bagi Tim Implementasi SRIKANDI, keberadaan akun dan kemampuan pengguna untuk masuk ke dalam sistem bukan menjadi akhir dari proses implementasi.

Justru setelah aplikasi diluncurkan, tantangan berikutnya adalah memastikan SRIKANDI benar-benar menjadi bagian dari rutinitas kerja administrasi pemerintahan.

Karena itu, data transaksi naskah masuk dan naskah keluar menjadi perhatian tim. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana persuratan digital mulai diterapkan dalam aktivitas kedinasan.

Miftahurrahman menyampaikan bahwa monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya pendampingan sekaligus evaluasi berkelanjutan.

“Kami melakukan monitoring untuk melihat perkembangan transaksi naskah masuk maupun naskah keluar. Data ini menjadi bahan evaluasi kami untuk menentukan strategi berikutnya agar penggunaan SRIKANDI semakin optimal,” ujarnya.

Transaksi Naik, Evaluasi Makin Terukur

Dalam kegiatan tersebut, Tim Implementasi SRIKANDI juga berdiskusi dengan jajaran pengguna di Dinas Tenaga Kerja Kota Bima terkait pelaksanaan persuratan melalui aplikasi.

Berbagai perkembangan dan kebutuhan pengguna menjadi catatan bagi tim untuk menentukan bentuk pendampingan selanjutnya. Pendekatan ini dilakukan agar proses digitalisasi persuratan tidak berhenti pada tahap sosialisasi maupun peluncuran aplikasi.

Sementara itu, Nurhasanah menekankan pentingnya meningkatkan jumlah transaksi persuratan melalui SRIKANDI.

Menurutnya, peningkatan transaksi akan menghasilkan data yang semakin representatif untuk melihat perkembangan implementasi SRIKANDI di masing-masing perangkat daerah.

“Kami berharap jumlah transaksi terus ditingkatkan. Data transaksi ini akan menjadi bahan evaluasi kami di hadapan Pimpinan Daerah mengenai perkembangan penerapan SRIKANDI,” ungkapnya.

Dari Launching Menuju Kebiasaan Baru

Pasca-launching 7 September, implementasi SRIKANDI kini memasuki fase penting. Bukan lagi sekadar memperkenalkan aplikasi, tetapi membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan administrasi pemerintahan.

Melalui monitoring rutin, Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II terus mendorong setiap perangkat daerah untuk memanfaatkan aplikasi secara konsisten, sehingga proses persuratan dapat berlangsung secara digital, terdokumentasi dan lebih mudah dipantau.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DPAD Kota Bima dalam mendorong transformasi tata kelola kearsipan dan administrasi pemerintahan menuju persuratan digital yang semakin aktif, terukur dan berkelanjutan.

SRIKANDI sudah diluncurkan. Kini saatnya transaksi bergerak dan budaya kerja digital benar-benar tumbuh.