SRIKANDI Makin Mantap, Tim Implementasi Perkuat Registrasi Surat Keluar Dinas Kesehatan Kota Bima
KOTA BIMA — Implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan Pemerintah Kota Bima terus diperkuat. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Bima melalui Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II kembali melakukan pendampingan di Dinas Kesehatan Kota Bima, dengan fokus pada pembuatan surat keluar dan pemantapan registrasi naskah melalui aplikasi SRIKANDI.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan implementasi SRIKANDI tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas administrasi kedinasan sehari-hari.
Di bawah arahan Kepala DPAD Kota Bima, Ahmad Mufrad, dan Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Adhi Aqwam, Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II terus mendorong penguatan kapasitas pengguna di setiap perangkat daerah.
Pendampingan kali ini dilakukan oleh Miftahurrahman, Arsiparis Ahli Pertama sekaligus Penanggungjawab Tim Implementasi SRIKANDI. Tim mendampingi secara langsung proses pembuatan surat keluar sekaligus memberikan penyegaran kembali mengenai tata cara registrasi naskah keluar pada aplikasi SRIKANDI.
Bukan Sekadar Pelatihan, Langsung Dipraktikkan
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan praktik langsung. Pengguna tidak hanya kembali menerima penjelasan mengenai tahapan registrasi, tetapi langsung mempraktikkannya dalam proses pembuatan surat keluar.
Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk me-refresh pemahaman pengguna mengenai alur registrasi naskah keluar, sehingga setiap tahapan dapat dilakukan secara tepat dan konsisten.
“Pendampingan ini sekaligus menjadi momentum untuk me-refresh kembali pemahaman pengguna. Kita ingin setiap proses surat keluar benar-benar dipahami, sehingga dalam pelaksanaan sehari-hari pengguna semakin terbiasa dan tidak ragu menggunakan SRIKANDI,” ujar Miftahurrahman.
Memperkuat Kebiasaan Kerja Digital
Implementasi SRIKANDI membawa perubahan dalam pola pengelolaan administrasi pemerintahan. Pengelolaan naskah dinas yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual kini diarahkan menuju sistem digital yang lebih terintegrasi.
Karena itu, pendampingan secara langsung menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan baru. Pengguna didorong untuk semakin terbiasa melakukan proses persuratan melalui SRIKANDI, termasuk dalam pembuatan dan registrasi naskah keluar.
Dengan pola belajar, praktik, dan pendampingan langsung, Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II berharap pemanfaatan aplikasi di Dinas Kesehatan Kota Bima semakin optimal.
SRIKANDI Bukan Sekadar Aplikasi
Bagi DPAD Kota Bima, keberhasilan implementasi SRIKANDI bukan hanya diukur dari tersedianya akun atau kemampuan membuka aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana SRIKANDI dapat menjadi bagian dari budaya kerja administrasi pemerintahan yang tertib, efektif, efisien, dan berbasis digital.
Pendampingan di Dinas Kesehatan Kota Bima menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan proses tersebut berjalan secara berkelanjutan.
Tim Implementasi SRIKANDI Tahap II akan terus melakukan pendampingan dan penguatan pada perangkat daerah sebagai bagian dari komitmen DPAD Kota Bima dalam mendorong transformasi tata kelola administrasi pemerintahan.
Dengan semangat “Kota Bima BISA — Bersih, Indah, Sehat dan Asri”, transformasi digital terus didorong untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin modern, tertib, dan terintegrasi.
SRIKANDI bukan sekadar aplikasi, tetapi bagian dari langkah menuju budaya kerja pemerintahan yang semakin digital dan tertata.