SRIKANDI Makin Mantap, Tim Implementasi DPAD Kota Bima Dampingi Dikpora Atasi Kendala Transaksi Digital

Kota Bima — Penerapan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) di lingkungan Pemerintah Kota Bima terus diperkuat. Tidak hanya melalui pelatihan, penguatan implementasi juga dilakukan dengan monitoring dan pendampingan secara berkala kepada perangkat daerah pengguna.

Kali ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Bima melalui Tim Implementasi Aplikasi SRIKANDI melakukan monitoring implementasi SRIKANDI pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima.

Dalam kunjungan tersebut, Arsiparis Ahli Pertama, Miftahurrahman, S.Sos., di bawah instruksi Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Adhi Aqwam, melakukan pendampingan langsung kepada Admin dan Pencatat Surat pada Dinas Dikpora Kota Bima.

Kegiatan berlangsung dalam suasana diskusi yang santai dan terbuka. Tim Implementasi SRIKANDI menggali pengalaman para pengguna selama melakukan transaksi naskah dinas melalui aplikasi, termasuk berbagai kendala yang masih ditemui dalam proses penggunaan SRIKANDI.

Menariknya, diskusi tidak berhenti pada pembahasan secara teori. Setiap kendala yang disampaikan langsung dipraktikkan bersama di dalam aplikasi. Dengan demikian, Tim Implementasi dan pengguna dapat melihat persoalan secara langsung sekaligus mencari solusi dan langkah penyelesaian yang paling tepat.

Pendekatan diskusi sambil praktik tersebut menjadi bagian dari upaya DPAD Kota Bima untuk memastikan para pengguna tidak hanya memahami fungsi SRIKANDI, tetapi juga semakin terbiasa menggunakannya dalam pekerjaan administrasi sehari-hari.

“Melalui monitoring ini kita ingin mengetahui secara langsung pengalaman pengguna, apa yang sudah berjalan dan kendala apa yang masih ditemui. Kalau ada persoalan, kita diskusikan dan praktikkan bersama agar bisa ditemukan jalan keluarnya,” ujar Miftahurrahman.

Menurutnya, monitoring secara berkala penting dilakukan karena proses transformasi administrasi dari sistem konvensional menuju digital membutuhkan proses adaptasi. Pendampingan secara langsung diharapkan dapat membuat pengguna semakin percaya diri dalam menjalankan transaksi naskah dinas melalui SRIKANDI.

Sementara itu, keberadaan Admin dan Pencatat Surat menjadi bagian penting dalam memastikan alur persuratan digital pada perangkat daerah dapat berjalan dengan baik. Karena itu, pengalaman dan kendala yang ditemukan selama implementasi menjadi masukan berharga bagi Tim Implementasi SRIKANDI untuk terus melakukan evaluasi dan pendampingan.

Melalui kegiatan monitoring ini, DPAD Kota Bima terus mendorong penguatan implementasi SRIKANDI sebagai bagian dari transformasi digital administrasi pemerintahan. Dengan pendampingan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan pemanfaatan SRIKANDI di Dinas Dikpora semakin efektif, tertib, dan mampu mendukung pelaksanaan administrasi pemerintahan yang lebih terintegrasi.

SRIKANDI bukan sekadar aplikasi, tetapi bagian dari langkah bersama menuju tata kelola administrasi pemerintahan Kota Bima yang semakin digital, tertib, dan efisien.